Total Tayangan Laman

Sabtu, 25 Agustus 2012

Tradisi Bugis-Makassar Mencari Kesaktian

Dalam tradisi Sulawesi Selatan (khususnya Bugis – Makassar) banyak cara untuk mendapatkan kesaktian atau kedigdayaan, antara lain :

1. Dengan Memakai Benda Mustika (istilah di Sulsel : KULAU) contohnya :
    a. Kulau Bassi (badar besi – untuk kekebalan)
    b. Munta Bassi (badar besi kw-II)
    c. Gigi Guntur (batu petir – untuk kekebalan)
    d. Bulu Karisa (bamboo buta – untuk kekebalan/wibawa/asihan)
    e. Tanduk Kucing putih/hitam (lolos dari sergapan musuh walau sebesar lubang
        jarum)
     f. Kulau Air (pengobatan luka – kebal)
     g. Kulau Kaluku (mustika kelapa – untuk usaha)
     h. Tanduk Rusa dengan bilangan ganjil (keselamatan)
      i. Badik Minawang (badik terapung – untuk kekebalan & wibawa)
      j. Rantai Babi (kekebalan)
      k. Besi Kuning (kekebalan)


         
Kulau Bassi
Rantai Babi

Tanduk Kucing










2. Jimat, misalnya Naga Sikoi (untuk wibawa – pengasihan)

3. Dengan Do’a atau bacaan

4. Pagau’kang (sara’) dengan menyentuh beberapa anggota tubuh baik dengan bacaan ataupun tanpa bacaan maka orang tersebut telah memiliki kekebalan / wibawa / asihan. Dan menurut orang tua dulu (bugis makassar) pagaukan adalah ilmu tingkat tinggi yang pilih tanding (merah delima, rantai babi, besi kuning dll semua ada dalam diri manusia dan jika kita sentuh maka disertai niat maka kekuatannyakan muncul)

5. Mencari guru atau orang tua yang mau memberikan ilmunya kepada orang lain memang sangat sulit di daerah Sulsel, karena pada umumnya mereka kuatir jika ilmu yang diberikan disalah gunakan akan menjadi beban moril, jadi pada umumnya transfer ilmu di kalangan orang sulsel terjadi karena geraka hati guru secara spontan dan tanpa MAHAR.

Saya memberitahukan perkara ini bukan dengan maksud agar anda mencari, mengamalkan atau menggunakan jimat ini, namun sekedar berbagi ilmu mengenai tradisi khusus bugis-makassar dalam mencari kesaktian untuk kemudian dijauhi dan didakwahkan kepada saudara kita yang lain agar tidak terjerumus dalam dosa ini.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya jampi-jampi, jimat-jimat, dan guna-guna adalah syirik” (HR. Abu Dawud, shahih). Dalam hadits ini secara tegas Rasul  menyebut jimat dengan kemusyrikan. Dalam hadits lain Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang menggantungkan jimat maka sungguh dia telah berbuat  kemusyrikan” (HR. Ahmad, shahih).

Dalil dari Al-Qur’an adalah firman Allah Ta’ala (yang artinya): “Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka: “Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?”, niscaya mereka menjawab: “Allah.” Katakanlah: “Maka terangkanlah kepadaku tentang apa yang kamu seru selain Allah, jika Allah hendak mendatangkan kemudharatan kepadaku, apakah berhala-berhalamu itu dapat menghilangkan kemudharatan itu, atau jika Allah hendak memberi rahmat kepadaku, apakah mereka dapat menahan rahmatNya?. Katakanlah: “Cukuplah Allah bagiku.” Kepada- Nyalah bertawakkal orang-orang yang berserah diri.” (QS. Az-Zumar : 38).

Menjadi keyakinan seorang muslim bahwasanya tidak ada yang bisa mendatangkan atau mencegah kemudharatan melainkan Allah SWT. 
"Jika Allah menimpakan suatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang menghilangkannya melainkan Dia sendiri. Dan jika Dia mendatangkan kebaikan kepadamu, maka Dia Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu"(Q.S al-An’aam:17)

"Atau patutkah mereka mengambil pelindung-pelindung selain Allah? Maka Allah, Dialah pelindung (yang sebenarnya) dan Dia menghidupkan orang- orang yang mati, dan Dia adalah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS. Asy Syuura:9)"

Sesungguhnya mengambil pelindung selain Allah sungguh suatu kesalahan besar
"Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah adalah rumah laba-laba kalau mereka mengetahui."(QS.Al 'Ankabuut:41)


Untuk saudara-saudaraku bugis-makassar yang menjunjung tinggi rasa SIRI' (malu) mari meninggalkan kebudayaan atau tradisi kita yang mengandung unsur kesyirikan karena tiada rasa Siri' (malu ) yang lebih tinggi melainkan malu kepada Allah Azza Wa Jalla karena mengambil pelindung selain perlindunganNya

Jika ada diantara kalian yang memiliki dan menyimpan atau bahkan menggunakan benda-benda di atas seperti kulau bassi maka segera dihancurkan karena Allah SWT dengan cara ruqyah agar tidak ada lagi yang bisa memilikinya dan generasi kita kedepan terhindar dari dosa-dosa tersebut

Wallahu a'lam




4 komentar:

  1. penjelasan diatas betul,,tapi kita dianjurkan berdoa dan berusaha!semua atas ijin allah!walaupun kita membawa jimat mustika atau kulau,semua itu tidak akan berfungsi tanpa ijin allah!jika allah mengijinkan semua benda itu akan berfungsi dengan sendirinya!menggunakan jimat atau kulau atau mustika dan benda pusaka lain nya adalah termasuk usaha atau bukan?trus apakah siyrik jika kita percaya allah yg menciptakan benda gaip yang mempunyai kekuatan luar biasa?dan apakah dosa membawa benda gaip yang allah ciptakan?

    BalasHapus
  2. Tidak ada Jimat dalam islam mas bro
    tinggalkan jimat!!!

    BalasHapus
  3. Assalamu alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh..
    Bagaimana pengertiannya?
    Semua jimat yang ada di bumi ini, Allah yang ciptakan. Bagaimana jika jimat atau kulau itu bisa membantu orang lain? Maksudnya batu itu adalah perantara Allah SWT untuk menyembuhkan penyakit?
    Penjelasannya! Terimakasih:)

    BalasHapus
  4. Dengan allah tiada perantaraan...

    BalasHapus

Please Leave Your Comment