Total Tayangan Laman

Kamis, 25 Oktober 2012

Menjawab Hakikat Puasa Kesaktian


Dalam mencari ilmu kesaktian selalu ada prosesi ritual yang mesti dijalani yang sudah sangat lazim dilakukan terutama sebagain besar para pencari ilmu kesaktian di Indonesia.Seperti beberapa perguruan ilmu hikmah mensyaratkan agar bisa mendapatkan ilmu kebal dengan cara shaum (berpuasa) selama 7 hari berturut-turut,persyaratan lain selama berpuasa sebelum melaksanakan puasa tersebut tidak diperkenankan makan sahur,selama 7 atau 41 hari tidak boleh makan selain nasi putih saja dan tanpa lauk pauk apalagi makan makanan yang bernyawa,tiga hari terakhir diharuskan berdiam diri dikamar tanpa lampu dan dilarang berbicara dengan siapapun selain membaca rapalan wirid atau ajian.Pertanyaannya apakah cara mendapatkan ilmu tersebut dengan puasa yang dilaksanakan itu dibolehkan sesuai syari’ah?

Sebelum menjawabnya saya akan menjelaskan bentuk-bentuk puasa yang lazim digunakan para pencari ilmu kesaktian untuk memperoleh ilmu yang diinginkannya.Dalam puasa ritual untuk kesaktian,ada bentuk-bentuk puasa dengan persyaratan yang harus dipenuhi lagi tergantung bentuk dan jenis ilmu kesaktian yang ingin diperolehnya.Macam-macam puasa itu adalah : 
1. Puasa Mutih:yaitu puasa tidak makan dan minum.Pada saat berbuka harus makan makanan yang tidak berasa baik manis,asam,asin atau makan makanan yang bernyawa dan hanya minum air putih saja.
2. Puasa Pati Geni:yaitu orang melakukan puasa tidak makan,tidak minum,tidak tidur dan tempat puasanya harus ditempat yang benar-benar gelap baik pada siang hari ataupun malam hari tidak boleh ada lampu sedikitpun.
3. Puasa Ngeluwang:yaitu melakukan puasa tidak makan dan minum dengan masuk kedalam lubang dibawah tanah.
4. Puasa Ngelowong:yaitu puasa tidak makan dan minum juga tidak boleh tidur tetapi boleh berada di luar rumah.
5. Puasa Ngidang: puasa tidak makan dan minum juga tidak boleh tidur dan hanya diperbolehkan berbuka dengan dengan makan makanan dari dedaunan yang masih muda daunnya.
6. Puasa Ngepel: puasa tidak makan dan minum juga tidak boleh tidur dia hanya diperbolehkan memakan nasi sebanyak sekepal selama sehari semalam.
7. Puasa Ngebleng: puasa tidak makan dan minum juga tidak boleh tidur juga tidak boleh melihat matahari atau sinar lampu sedikitpun.
8. Puasa Ngasrep: puasa tidak makan dan minum juga tidak boleh tidur dan waktu berbuka hanya boleh makan makanan yang dingin dan minuman yang dingin,tanpa bumbu atau rempah rempah

Jika dilihat macam-macam puasa yang disyaratkan sungguh sangat berat dilaksanakan,tetapi ada saja orang-orang yang melaksanakannya walaupun harus menyiksa diri karenanya.Mereka beranggapan jika ingin hajatnya dikabulkan Allah maka mereka harus bisa menunjukkan kesungguhan dengan melakukan puasa yang berat. Dari berbagai macam jenis puasa yang telah saya jelaskan diatas marilah kita lihat dan cocokkan dengan hadits Rasulullah mengenai hakikat puasa itu sebenarnya:

a. Kewajiban Berpuasa Terus-Menerus.
Dari Mujibah Al Bahiliyah dari ayahnya atau pamannya bahwa dia datang kepada Rasulullah,lalu pulang dan kembali lagi setelah setahun berlalu.Pada riwayat Abu Musa,dia datang lagi setelah satu tahun sedang keadaan fisiknya telah berbeda,maka dia berkata pada Rasululah,”Ya Rasulullah,apakah engkau tidak mengenaliku?”Beliau bersabda,”Siapakah dirimu?”Dia menjawab,”Aku adalah Al Bahili yang datang tahun lalu.”Beliau bersabda,”Apakah sebebnya dirimu telah berubah?Dahulu penampilanmu begitu bagus?”Dia menjawab,”Sejak berpisah dengan engkau aku tidak pernah makan selain pada waktu malam hari (berpuasa setiap hari).” Maka Rasulullah bersabda,”Mengapa dirimu menyiksa diri,lakukanlah puasa pada bulan ramadhan,dan setiap sehari dalam sebulan.”Dia berkata,”Tambahlah!Aku masih kuat menambah.”Beliau bersabda,”Lakukanlah puasa dua hari setiap bulan.”Dia berkata,”Tambahlah aku masih kuat.”Beliau bersabda,”Lakukanlah puasa tiga hari setiap bulan.” Dia berkata,”Tambahlah aku masih kuat.”Beliau bersabda,”Lakukanlah puasa dari bulan haram dan tinggalkanlah (kebiasaanmu),puasalah dari bulan haram dan tinggalkanlah,puasamu dari bulan haram dan tinggalkanlah.”Beliau bersabda sambil mengacungkan tiga jarinya kemudian melepaskannya.(H.R.Abu Daud)

Dari Jarir dari Rasulullah,beliau bersabda,”Puasa tiga hari pada setiap bulan adalah puasa setahun yaitu hari-hari putih tanggal tigabelas,empat belas dan lima belas (hijriah).” (H.R.Thabrani)

Dari Ummu Salamah ia berkata,”Rasulullah bersabda,:Lakukanlah puasa tiga hati pada setiap bulan yaitu hari senin dan kamis dan kamis berikutnya.”(H.R.Thabrani)

Dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah melarang puasa terus-menerus.Para sahabat berkata,”Wahai Rasulullah,engkau sendiri melakukannya.”Beliau bersabda,”Aku berbeda dengan kalian,aku diberi makan dan minum.”(H.R.Abu Daud)
Dari hadits diatas dapat dijelaskan bahwa :
Berpuasa secara berturut-turut bukan pada ayamul bidh dan bukan juga untuk puasa qodho termasuk puasa yang melanggar sunnah Rasulullah.
Orang yang melakukan puasa setiap hari tidak mendapatkan kebaikan akan tetapi bahkan mendapatkan peringatan keras dari Rasulullah dan dinyatakan sebagai orang yang suka menyiksa diri sendiri.
Walaupun para sahabat ingin berpuasa seperti Rasulullah akan tetapi Rasulullah melarang mereka selain satu hari pada setiap bulan atau dua,tiga hari.
Maksudnya dengan puasa tiga hari setiap bulan adalah pada saat dimana ada bulan purnama yaitu pada tanggal 13,14,15 pada setiap bulan hijriah.
Jika tidak pada tiga hari,maka bisa berpuasa pada hari senin dan kamis,yaitu dua senin dan satu kamis atau dua kamis dan satau senin.Jadi dari penjelasan Rasulullah tidak ada puasa yang dilaksanakan secara berturut-turut apalagi sampai 7 hari bahkan 41 hari berturut-turut,itu semua adalah bid’ah.

b. Melarang Sahur untuk Puasa
Dari Anas berkata,:”Rasulullah saw,bersabda,’Bersahurlah kamu sekalian karena pada hidangan sahur terdapat barokah.”(H.R.Muslim)

Dalam hal berpuasa ada yang mensyaratkan dalam berpuasa harus makan hanya sekali yaitu pada saat berbuka saja dan dilarang makan sahur,padahal prilaku bid’ah ini sangat bertentangan dengan hadists Rasulullah yang menunjukkan tidak ada larangan melarang sahur untuk puasa.

c. Larangan Memakan Binatang Bernyawa atau Hanya Makan Nasi Putih.
Allah SWT telah berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُواْ مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ وَاشْكُرُوا لِلَّهِ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ
“Hai orang-orang yang beriman,makanlah dari yang baik-baik apa yang Kami rezekikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah jika kamu beribadah kepadanya.”(Q.S.Al Baqarah:172)

Larangan tidak boleh makan binatang bernyawa dan hanya memakan sedikit nasi putih atau hanya makan makanan tertentu termasuk pelanggaran dalam syari’at,karena mengharamkan apa yang telah Allah halalkan tanpa penyebab yang benar.

sumber: terapi_ruqyah@yahoogroups.com

2 komentar:

  1. banyak juga ya "puasa-puasa" nyentrik yg tdk sesuai dgn hukum syara..

    BalasHapus

Please Leave Your Comment