Total Tayangan Halaman

Selasa, 25 Desember 2012

Al-Qur'an vs Mozart Untuk Bayi Dalam Kandungan


Kepercayaan orang barat bahwa musik terutama mozart dapat meningkatkan kecerdasan sudah diyakini sejak tahuan 1950-an, mitos ini kemudian diteliti secara lebih serius pada tahun 1990-an. 36 siswa dalam sebuah studi di University of California di Irvine mendengarkan 10 menit sonata Mozart sebelum mengambil tes IQ. Menurut Dr Gordon Shaw, psikolog yang bertanggung jawab atas penelitian ini, skor IQ siswa naik sekitar 8 poin akibat dirangsang oleh alunan ajaib musik Mozart, sejak itulah istilah “Mozart effect ” lahir.

Bahkan di dalam negeri, tahun 2002 Hermanto Tri Juwono dan timnya pernah mencoba pada tikus hamil. Hermanto dkk., memperdengarkan musik klasik Mozart, gamelan sampai dangdut. Setelah distimulasi seperti itu, pertumbuhan sel-sel otak bayi dan ibu tikus diteliti. Hasilnya musik Mozart memberi peningkatan jumlah sel lebih tinggi. Musik gamelan nomor dua tertinggi, sedangkan musik dangdut peningkatannya paling rendah.

Namun setelah bertahun-tahun, orang mulai ragu akan kesahihan dari ‘Mozart effect’ ini dan penelitian tandingan yang menghasilkan kesimpulan kontradiktif dengan kesimpulan diatassudah dilakukan. Beberapa peneliti dari University of Vienna, Austria yakni Jakob Pietschnig, Martin Voracek dan Anton K. Formann dalam riset mereka yang diberi judul “Mozart Effect” mengemukakan kesalahan besar dari hasil penelitian musik yang melegenda ini. Pietschnig dan kawan-kawannya mengumpulkan semua pendapat dan temuan para ahli terkait dampak musik Mozart terhadap tingkat intelegensi seseorang.Mereka membuat riset yang melibatkan 3000 partisipator, hasil penelitiannya adalah ; ‘tidak ada stimulus atau sesuatu yang mendorong peningkatan kemampuan inteligensi seseorang setelah mendengarkan musik Mozart.’

Tim peneliti dari Jerman yang terdiri atas ilmuwan, psikolog, filsuf, pendidik, dan ahli musik juga mengadakan penelitian serupa, mereka mengumpulkan berbagai literatur dan fakta mengenai efek mozart ini. Dan hasil penelitiannya ; ‘Sangat tidak mungkin mozart dapat membuat seorang anak menjadi jenius.’

Howstuffwork sebuah situs yang terkenal memaparkan bahwa musik klasik seperti karya mozart tidak akan membuat seseorang lebih cerdas. Dalam situsnya, masalah ini dimasukan sebagai salah satu point dalam artikel yang berjudul ;‘10 mitos tentang otak.’

Bahkan Dr Frances Rauscher, seorang peneliti yang terlibat dalam studi di Universitas California di Irvine –yang melahirkan istilah “Mozart Efect”– yang telah menjadi kontroversi dalam komunitas ilmiah ini juga menyatakan bahwa mereka tidak pernah mengklaim itu benar-benar membuat orang pintar, tetapi hanya meningkatkan kinerja pada tugas-tugas spasial-temporal tertentu.

Sekarang kita mengetahui bahwa musik Mozart –dan sebetulnya semua musik yang memiliki alunan nada yang menenangkan (kecuali musik dangdut sepertinya-red)– hanya diyakini dapat menimbulkan efek psikologis seperti bergairah, tenang atau damai. Dan kondisi psikologis ini memang positif dalam merangsang pertumbuhan sel otak. Psikolog Rose Mini menambahkan bahwa yang terpenting bukan musiknya, namun ketenangan yang didapat oleh seorang ibu yang kemudian ditularkan kepada si bayi sejak dalam kandungan.

Lise Eliot, Ph.D, pakar biologi dan anatomi sel Chicago Medical School AS, mengatakan, perkembangan struktur otak bayi lebih dipengaruhi; pola diet, gaya hidup dan kondisi emosi ibu hamil. Efek musik memang diakui sebagai stimulus psikologis / emosional yang baik.

Al-Qur'an Kalamullah
Jadi musik diakui meningkatkan kecerdasan, namun secara tidak langsung yaitu dengan efeknya yang menenangkan sehingga syarat psikologis dan emosional sang ibu memenuhi syarat untuk menciptakan suasana dan lingkungan rahim yang kondusif untuk pembangunan dan pertumbuhan otak sang janin. Stimulan serupa juga didapati pada Al-Quran, diyakini juga bahwa Al-Quran membawa pengaruh-pengaruh positif lain yang luar biasa disebabkan oleh sumber Al-Quran yang ilahiah, dan juga berdasarkan banyaknya kesaksian orang-orang yang merasakan pengaruh Al-Quran secara langsung maupun tak langsung. Keyakinan ini terus diupayakan diteliti sehingga dapat dijelaskan lebih baik dalam ranah ilmiah.

Sudah diteliti dan didapati fakta bahwa memperdengarkan Al-Quran kepada bayi akan meningkatkan tingkat inteligensia sang bayi. Dr. Nurhayati dari Malaysia mengemukakan hasil penelitian ini dalam sebuah seminar konseling dan psikoterapi Islam.

Setiap suara atau sumber bunyi memiliki frekuensi dan panjang gelombang tertentu. Dan ternyata, bacaan Al-Qur’an yang dibaca dengan tartil yang bagus dan sesuai dengan tajwid memiliki frekuensi dan panjang gelombang yang mampu mempengaruhi otak secara positif dan mengembalikan keseimbangan dalam tubuh.

Bacaan Al-Qur’an memiliki efek yang sangat baik untuk tubuh, seperti; memberikan efek menenangkan, meningkatkan kreativitas, meningkatkan kekebalan tubuh, meningkatkan kemampuan konsentrasi, menyembuhkan berbagai penyakit, menciptakan suasana damai dan meredakan ketegangan saraf otak, meredakan kegelisahan, mengatasi rasa takut, memperkuat kepribadian, meningkatkan kemampuan berbahasa, dan lain sebagainya.

Kalau musik klasik disimpulkan dapat mempengaruhi kecerdasan melalui pengaruh positifnya terhadap stimulan psikologis dengan efektivitas sebesar 65% maka seharusnya Al-Quran yang adalah Kalamullah bisa lebih baik lagi. Al-Qur’an tetaplah obat dan terapi serta stimulan yang terbaik.

Ibu yang cerdas menganggap bahwa rahimnya adalah ruang kelas pertama bagi anaknya, bukan hanya sekedar ruang tunggu bagi janin sampai ia siap dilahirkan ke dunia ini. Para ahli menyatakan bahwa kondisi kejiwaan sang ibu juga sangat mempengaruhi watak dan kecerdasan bayinya. Dalam kondisi stress tubuh sang ibu akan memproduksi hormon kortisol dalam jumlah berlebihan sehingga ini akan memicu tekanan darah meninggi, dada terasa sesak, dan emosi menjadi tidak stabil. Hormon kortisol ini bisa merambat ke bayi melalui plasenta sehingga mempengaruhi pembuluh darah sang janin, akibatnya sang janinpun ikutan stress. Bila ini terjadi terus-menerus dapat menyebabkan sang anak kelak menjadi orang yang rentan stress. Inilah pentingnya ibu yang sedang hamil memperbanyak berdzikir, sebab manfaat berdzikir yang pertama adalah menciptakan ketenangan batin, dan dzikir yang paling utama adalah menghafal, membaca, dan mempelajari Al-Quran Al-Kariim.
oleh: Purwanto Abd. Ghaffar
di: http://sitijamilahamdi.blogspot.com/2011/08/al-quran-vs-mozart-effect.html
 

TIPS DOA IBU MENGANDUNG:
 Q.S.3 (Ali Imran) ayat 35 :
”Ya Tuhanku, Sesungguhnya aku bernadzar kepada Engkau anak yang ada dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat (kepada Mu). karena itu terimalah (doaku) ini . Sesungguhnya Engkaulah yang Maha mendengar lagi Maha Mengetahui”.
- Q.S.16 (An Nahl) ayat 78 :
“dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur”.

DOA SANG AYAH:
Q.S.25 (Al Furqan) ayat 74 :
”Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan Jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa



Jumat, 21 Desember 2012

Berbagi ilmu "Presiden Master"


BISMILLAAHIR RAHMAANIR RAHIIM

DI BAWAH INI KISAH MASA LALU,SBG PEMBANDING DAN CERMIN PERJALANAN SPIRITUAL UNTUK MENUJU PEMAHAMAN TAUHID YG BENAR,AQIDAH YG LURUS,DAN SEMOGA AQIDAH SAYA SAAT INI TERMASUK YG BENAR.kALO BLM,SMG ALLOH SWT SEGERA MENUNTUNKU.AMIN......... BACA SEMUA BARU KOMENTAR !
............................................................................................................................
Hypnotisme sampai kini masih menjadi dualisme.
Satu pihak mengklaim bahwa hypnotisme adalah bagian dari SIHIR dan melibatkan JIN dalam prosesnya.
Pihak yang lain menyatakan bahwa Hipnotisme adalah ilmiah,dan merupakan ketrampilan berkomunikasi belaka.
Agar orang2 yg ingin bisa hipnosis tdk melupakan pentingnya AQIDAH,maka perlu jg mempertimbangkan dgn baik/sungguh2 pendapat ulama".
Dan agar ULAMA' tidak salah memberikan Fatwa/menghukumi,perlu juga membaca buku2 hipnotis modern,bkn hanya kitab kuning belaka.
Kemudian dua2nya memohon petunjuk ALLAH SWT ,sebelum menentukan pilihannya dlm mengambil hukum.
Bagi yang masih ragu akan kebolehan dan manfaat hipnotisme,jangan dulu belajar sampai anda mantap dan yakin kebolehannya dan keilmiahannya.

Ada wirid2 / amalan2 yg tdk dituntunkan Nabi SAW,tapi diamalkan muslimain dg berbagai tujuan.KESAKTIAN,MAHABBAH,PELARIS,KESELAMATAN dll,kadang disertai dengan lelaku khusus/Riadloh,bahkan sampai bertemu khodam(JIN) yg mengaku sbg penjaga keilmuan/wirid tertentu.
Yang mewiridkan AYAT KURSI,puncaknya bertemu SAYYID QANDIYAS
Pengamal QS.AL IKHLAS puncaknya bertemu khodam ABDUL WAHID
Pengamal DOA NURBUAT akan bertemu SYEH NAJMUDDIN ALQURMAN,kadang bisa bertemu SYEH ASY'ARI dll.........
Itu adalah nyata bagi pelakunya...

SAYA TIDAK OMONG KOSONG.KARENA DULU SAYA ADALAH PELAKU SEMUA HAL ITU.
Bertemu khodam - khodam itu dulu hal biasa.Bertempur dengan sosok yg mengaku Ratu Pantai Selatan jg pernah mengalami dan menang.
BERBAGAI JENIS HIZIB SAYA AMALKAN DAN HAFALKAN,dengan ijazah resmi kiai.
Pernah mendirikan Perguruan Tenaga Dalam,Ilmu ghoib.Bahkan pernah buka di BOM BARU PEKAN BARU(th.1993),di SIAK SRI INDRAPURA(1993) di Gombong Kebumen(1995).dll.........
mASALAH SAKTI DAN AMPUH ? DULU SAYA MERASA BEGITU....

Seiring berjalannya waktu,lamanya pencarian dan banyaknya KAJIAN2 ISLAM ,akhirnya membawaku pada keyakinan BAHWA HAL-HAL yg tdk dituntunkan Nabi SAW itu tdk benar(terkait aqidah),maka semua amalan2 yg menyimpang itu sdh saya Tinggalkan semenjakTahun 1999.
Dan semua perguruan saya bubarkan,murid2 saya ajak bertaubat.Alhamdulillah banyak yg mau,tapi masih ada jg yg nekat meneruskan.Itu hak mereka,saya sdh mengingatkan,mudah2an ALLOH SWT mengampuniku....

Dari 1999 saya vakum kegiatan berbau Tenaga dalam,amalan2 sampai Thn 2002.
Ketika saya mulai mengenal ttg rahasia OTAK,yg terbagi menjadi OTAK KIRI-OTAK KANAN,OTAK SADAR dan BAWAH SADAR.......

Nah karena saya pernah tahu dan pernah merasakan berbagai energi khodam,saya menjadi tahu dan yakin bahwa proses Hipnotis Modern yg mengandalkan kemampuan berkomunikasi,pemakaian INDUKSI,PENDALAMAN RELAKSASI/DEPENING,dan PENGGUNAAN SUGESTI,itu jauh dari campurtangan JIN..
Dan keyakinan saya ini didukung banyak buku2 ilmiah ttg hipnotis dan otak manusia.

Bahkan dunia ilmiahpun sekarang mulai menemukan istilah adanya OTAK TENGAH yg memungkinkan ESP itu bukan hal ghoib..
Kepada para USTADZ,terutama dari "PENGOBATAN ISLAM" SEMENTARA SEKIAN note SAYA INI.
BAGI SAUDARA-2 YG MASIH MENGAMALKAN AMALAN-2 KHUSUS SPT SAYA DULU,MOHON MAAF SAYA TDK BERMAKSUD MENYINGGUNG,INI SEKEDAR CATATAN PENGALAMAN BELAKA,Sebuah proses atau perjalanan menuju JALAN TUHAN YME,
"SHIROTHOL MUSTAQIM".....
by: Presiden Master

Senin, 17 Desember 2012

Doa Penyembuh

Utsman bin Abul Ash, pernah menderita suatu penyakit yang sangat mengganggunya. Maka diapun mendatangi Rasulullah saw.
Ketika Rasulullah saw mengetahui sahabatnya itu sedang sakit, beliaupun mengajarinya doa memohon kesembuhan. Beliau bersabda kepadanya, “Letakkanlah tangan kananmu di atas anggota badan yang sakit lalu ucapkanlah:
BISMILLAHI A’UUDZU BI ‘IZZATILLAH WA QUDRATIHI MIN SYARRI MAA AJIDU WA UHAADZIRU (Dengan nama Allah, aku berlindung dengan keagungan Allah dan kekuasaan-Nya dari keburukan yang aku rasakan dan aku hindari), sebanyak tujuh kali (7 kali).” Apa yang terjadi kemudian? Alhamdulillah, dengan izin dan kebesaran-Nya, orang tersebut pun sembuh dari penyakitnya. Utsman berkata, “Saya mengucapkan do’a tersebut, sehingga (dengan itu) Allah menyembuhkanku” (HR. Ibnu Majah).

Sabtu, 15 Desember 2012

Mengirim al-Fatihah, Adakah dalam Syariat?


Al Fatihah
Pada suatu acara, seorang tokoh dengan serius mengatakan: “Sebelum acara ini kita mulai, marilah kita membukanya dengan bacaan al-Fatihah..” Serempak, para hadirin pun tunduk dan khusyuk membacanya bersama-sama.
Di penghujung acara, seorang tokoh diminta menutup acara dengan doa, maka dia pun menghadiahkan doanya untuk para wali yang telah meninggal dunia, lalu mengatakan: “Al-Fatihah ala hadhroti syaikhina wa waliyyina..”
⁠Kasus-kasus serupa mungkin sering kita jumpai dimasyarakat. Namun, pernahkah kita berfikir bahwa semua itu adalah tata cara beragama yang tidak ada contohnya dan diingkari oleh oleh para ulama?! Marilah kita kaji bersama masalah ini dengan lapang dada.
Teks Hadits
Al-Faatihatu limaa quriat lahu
“Al-Fatihah itu sesuai untuk apa yang dibaca.”
TIDAK ADA ASALNYA. Yakni dengan lafadz ini, demikian juga kebanyakan keutamaan-keutamaan surat yang disebutkan oleh sebagian  ahli tafsir. Demikian dikatakan oleh Syaikh Ali al-Qori. [1]

⁠Jadi hadits dengan lafadz ini tidak ada asalnya dalam kitab-kitab hadits. Cukuplah bagi kita keutamaan-keutamaan surat al-Fatihah yang shohih [2] dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, di antaranya adalah sabda beliau:

⁠“Tidak ada sholat bagi orang yang tidak membaca induk al-Qur’an (al-Fatihah).
Mengkritisi Matan

⁠Hadits ini dijadikan dasar oleh sebagian kalangan untuk memulai segala hajat dengan membaca “al-Fatihah..”
Oleh karena itulah, Syaikh Ali al-Qori rahimahullah berkata: “Hadits ini merupakan landasan amalan manusia yang sudah menjadi adat yaitu membaca al-fatihah untuk mendapatkan kebutuhan mereka.” [4]Namun hal ini belum cukup untuk sebagai dasar karena harus diteliti terlebih dahulu derajat hadits tersebut.[5] Dan ternyata telah terbukti bahwa hadits tersebut adalah tidak ada asalnya sehingga tidak bisa dijadikan dasar dalam agama.

⁠Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah juga berkata setelah menjelaskan keutamaan-keutamaan surat al-Fatihah yang shohih: “Dinamakan al-Fatihah (pembukaan) karena surat ini adalah pembuka dalam mushaf al-Qur’an dan bacaan pembuka dalam shalat, namun bukan berarti segala sesuatu dibuka dengan bacaan al-Fatihah.

⁠Sebagian manusia pada zaman sekarang telah membuat suatu hal baru dalam agama tentang surat ini, mereka menutup doa dengannya dan memulai khutbah serta acara dengan mengatakan “al-Fatihah”!! Maka ini adalah suatu kesalahan, sebab agama ini dibangun di atas dalil dan ittiba’ (mengikuti Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam).

⁠Syaikh Amr bin Abdul Mun’im hafizhahulah tatkala menyebutkan bid’ah-bid’ah seputar al-Qur’an yakni bacaan al-Fatihah ketika akad nikah atau pembukaan acara dan sebagainya, katanya: “Bid’ah ini begitu menyebar sekali sehingga masuk ke setiap negeri Islam, bahkan ada yang berkeyakinan bahwa akad-akad ini tidak akan mendapatkan berkah bila tidak dibuka terlebih dahulu dengan al-Fatihah, padahal semua itu tidak ada asalnya dalam syariat. Tetapi yang disyariatkan adalah membuka acara dengan khutbah hajah.”[7]
Kirim Pahala Bacaan al-Fatihah

⁠Menghadiahkan bacaan al-Qur’an untuk yang sudah meninggal dunia tidak pernah di nukil dari  Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, para sahabat radhiyallahu ‘anhum, tabi’in, tabi’ut tabi’in, dan juga tidak seorang pun dari  imam kaum muslimin. Seandainya hal itu baik, tentu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat adalah orang yang terdepan mengamalkannya.

⁠Banyak para ulama yang menegaskan bid’ahnya budaya kirim al-Fatihah kepara ruh fulan dan sebagainya[8]. Berikut beberapa nukilan, di antaranya:
al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqolani rahimahullah berkata: “Do’a ini dibuat-buat, tidak ada asalnya dalam sunnah.”[9]
al-Hafizh as-Sakhowi rahimahullah berkata: “Saya ditanya tentang kebiasaan manusia usai sholat. Mereka membaca al-Fatihah dan menghadiahkannya kepada kaum muslimin yang hidup dan mati, maka saya jawab: “Cara seperti ini tidak ada contohnya, bahkan ini termasuk kebid’ahan dalam agama.”[10]
Ad-Dirdir rahimahullah berkata: “Sebagian umam kami (madzhab Malikiyyah) menegaskan bahwa membaca al-Fatihah dan menghadiahkannya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam hukumnya di benci. Ibnu Hajar rahimahullah mengatakan: “Ini adalah do’a yang dibuat-buat oleh para pembaca al-Qur’an belakangan dan saya tidak mengetahui salaf yang mendahului mereka.”[11]
Syaikh Muhammad Rosyid Ridhi rahimahullah berkata: “Ketahuilah bahwa apa yang populer di kampung dan kota berupa bacaan al-Fatihah untuk orang-orang yang sudah meninggal dunia tidak ada haditsnya yang shohih maupun dho’if. Bahkan hal itu termasuk kebid’ahan yang sesat berdasarkan dalil-dalil yang telah lalu. Hanya saja karena orang-orang yang dianggap alim diam maka seakan-akan menjadi perkara yang sunnah muakkad atau bahkan wajib.”[12]
Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah berkata: “Adapun menghadiahkan al-Fatihah atau selainnya kepada orang-orang yang mati maka tidak ada dalilnya. Hendaknya hal itu ditinggalkan karena tidak dinukil dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat radhiyallahu ‘anhum. Namun disyariatkan berdo’a, shodaqoh, haji, umroh, membayar hutang dan sebagainya bagi yang telah meninggal yang telah jelas dalilnya bahwa hal itu bermanfaat bagi mayit.”[15]
Sampaikah Kiriman Pahalanya?
Masalah ini diperselisihkan oleh ulama. Namun pendapat yang kuat dalam masalah ini bahwa pahala kiriman tersebut tidak sampai[14], sebab tidak ada dalil yang mengatakan sampainya. Karena ibadah itu dibangun di atas dalil, bukan logika dan analogi. Ini merupakan madzhab Syafi’i. Imam Ibnu Katsir berkata ketika menjelaskan surat an-Najm ayat 38:

⁠“(Yaitu) bahwasanya seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain.” [QS.an-Najm/53: 38]

⁠“Yakni sebagaimana dia tidak memikul dosa orang lain, dia juga tidak akan mendapatkan pahala kecuali apa yang dia usahakan sendiri. Dari ayat inilah imam Syafi’i rahimahullah dan para pengikutnya beristinbath (mengambil hukum) bahwa pahala hadiah bacaan al-Qur’an tidak sampai kepada si mayit, karena hal itu bukan dari amalan dan usahanya. Oleh karena itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah mencontohkan kepada umatnya, dan tidak menganjurkan serta menyuruh umatnya baik secara nash (dalil yang jelas) maupun secara isyarat. Perbuatan ini juga tidak dinukil dari seorang sahabat pun. Seandainya perbuatan itu baik,  tentu mereka adalah orang yang terdepan mempraktekkannya. Masalah ibadah hanyalah berdasar pada dalil, bukan akal pikiran dan pendapat manusia. Adapun doa dan sedekah maka hal itu telah menjadi kesepakatan akan sampainya pahala tersebut kepada mereka.” [15]
Jangan Salah Sangka
Perlu kami tegaskan disini bahwa tulisan ini bukan bermaksud melarang membaca surat al-Fatihah atau merendahkan al-Qur’an. Demi Allah azza wa jalla, bukan demikian maksudnya, tetapi tujuan kami hanyalah ingin meluruskan hal-hal yang tidak ada ajarannya dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sehingga ibadah kita sesuai dengan tuntunan beliau.

⁠Maka janganlah engkau tertipu dengan silat lidah ahli bid’ah yang menuduh ahli sunnah tatkala mengingkari ritual seperti ini dengan ucapan mereka: “Mereka adalah Wahhabi!! Melarang manusia dari dzikir dan membaca al-Qur’an! Tidak suka bacaan al-Qur’an dan Sholawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam!!”
⁠Dari Said bin Musayyib, ia melihat seorang laki-laki menunaikan sholat setelah fajar lebih dari dua roka’at. Ia memanjangkan ruku dan sujudnya. Akhirnya Said bin Musayyib pun melarangnya. Orang itu berkata: “Wahai Abu Muhammad, apakah Allah azza wa jalla akan menyiksaku dengan sebab sholat? Beliau menjawab: “Tidak, tetapi Allah azza wa jalla akan menyiksamu karena menyelisihi as Sunnah.”[16]
Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah mengomentari atsar ini: “Ini adalah jawaban Said bin Musayyib yang sangat indah. Dan merupakan senjata pamungkas terhadap ahlul bid’ah yang menganggap baik kebanyakan bid’ah dengan alasan dzikir dan sholat, kemudian membantai ahlus sunnah dan menuduh mereka (Ahlus Sunnah) mengingkari dzikir dan sholat! Padahal sebenarnya yang mereka ingkari adalah penyelewengan ahlu bid’ah dari tuntunan Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam dzikir, sholat dan lain-lain.” [17]

⁠Demikianlah penjelasan singkat masalah ini. Semoga bermanfaat. Amin.
Penulis : Ustadz Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar as-Sidawi –hafizhahullah-
sumber:http://indonesian.iloveallaah.com/mengirim-al-fatihah-adakah-dalam-syariat/
__________________________________________
Footnote :
[1] al-Mashnu’ fi Ma’rifatil Hadits al-Maudhu’ oleh Mula Ali al-Qori hal.127. Dan apa yang beliau katakan bahwa kebanyakan fadhilah (keutamaan) surat al-Qur’an adalah lemah memang benar. Lihat ad-Durr al-Multaqoth fi Tabyin al-Golath, karya ash-Shoghoni hal.51 dan al-Mughni ‘anil Hifdzi wal Kitab karya al-Mushili hal.121-122
⁠[2] Lihat ad-Duror min Shohihi Fadhoilil Ayat wa Suwar oleh Dr.Fakhruddin bin Zubair al-Muhassi cet.Dar Atsariyah
⁠[3] Mutawatir, sebagaimana ditegaskan oleh Imam al-Bukhari dalam Juz’ul Qiro’ah hal.4 dan al-Kattani dalam Nadhmul Mutanatsir hal.103
⁠[4] Al-Asror al-Marfu’ah hal.252
⁠[5] Lihat Ta’liq Syaikh Muhammad bin Lutfhi as-Sobbagh atas al-Asror al-Marfu’ah hal.252
⁠[6] Tafsir al-Qur’an al-Karim ¼ dan Syarh Mumti’ 3/61
⁠[7] as-Sunan wal Mubtada’at fil Ibadat hal.227
⁠[8] Kami hanya menukil komentar ulama yang berkaitan khusus tentang kirim bacaan al-Fatihah. Adapun budaya kirim pahala secara umam, maka banyak sekali nukilan komentar mereka, Lihatlah dalam Muqoddiman Syaikh Syaukat bin Rifqi terhadap kitab Majmu’ Rosail Fi Hukmil Ihda’ Tsawabi Qiro’atil Qur’an Lil Amwat, cet. Dar Atsariyyah.
⁠[9] Al-Fatawa al-Haditsiyyah hal.23 oleh al-Haitsami
⁠[10] Al-Ajwibah al-Mardhiyyah 2/721
⁠[11] Asy-Syarh Kabir 2/10
⁠[12] Tafsir al-Manar Surat al-An’am hal.164
⁠[13] Majalah al Buhuts al-Islamiyyah edisi 28 hal.108
⁠[14] Lihat masalah ini secara luas dalam Hukmul al-Qiro’ah lil Amwat hal Yashilu Tsawabuha Ilaihim? Karya Syaikh Muhammad Ahmad Abdussalam, ta’liq oleh Abdul Aziz al-Juhani. Syaikh Mushtofa al-Adawi berkata tentang kitab ini: “Departemen agama Mesir telah menerbitkan sebuah risalah berharga yang disusun oleh  Muhammad Ahmad Abdussalam, beliau telah mengumpulkan perkataan para ulama ahli tafsir, hadits, fiqih, ushul, dan madzhab. Kemudian menyimpulkan bahwa bacaan al-Qur’an tidak sampai pahalanya kepada si mayit. Beliau juga mengikis habis beberapa argument yang rapuh dalam masalah ini.” [Ash-Shohihul Musnad Min Adzmaril yaum wa Lailah hal.331]
⁠[15] Tafsir al-Qur’anil Adzim surat an-Najm hal.38
⁠[16] Dikeluarkan oleh Baihaqi dalam Sunan Kubro 2/466 dishohihkan al-Albani dalam Irwaul Gholil 2/236
⁠[17] Irwaul Gholil 2/236

Kamis, 06 Desember 2012

Melindungi Rumah dari Jin

....

Melindungi rumah dari singgahnya Jin dan Syeitan

PESAN ROSULULLAH BUAT KITA

Rasulullah Shalallahu'alaihi wa sallam bersabda: ‘Sesungguhnya di Madinah terdapat golongan jin yang telah masuk Islam, maka jika kalian melihat sebagian mereka –dalam wujud ular– berilah peringatan tiga hari. Dan apabila masih terlihat olehmu setelah itu, bunuhlah ia, karena sebenarnya dia adalah syetan.” (HR. Muslim no. 2236 dan 139 dari Abu Sa`ib, maula Hisyam bin Zuhrah) [3]

“Apabila salah satu di antara kamu bangun dari tidur hendaknya berwudhu dan mengeluarkan air hidung tiga kali karena sesungguhnya syetan bermalam di lubang hidungnya.” (HR. Muslim 1/146).

“Sesungguh syetan itu berjalan di dlm diri anak Adam melalui aliran darah.”

Jabir bin Abdillah berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Apabila sudah lewat beberapa saat dari tenggelamnya matahari, maka boleh kamu lepaskan anak-anakmu dan tutuplah pintu rumah dan bacalah basmalah, karena syetan tidak bisa membuka rumah yang tertutup.” (HR. Bukhari 7/145)

Dari Ibnu Abbas Radiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasalam bersabda : "(Sesungguhnya kami para) Malikat tidak masuk rumah yang didalamnya ada anjing dan gambar” (HR Bukhari & Muslim, dengan lafadz Muslim).

Dari Zaid bin Khalid dari Abi Talhah secara marfu’: “Malaikat tidak akan masuk rumah yang didalamnya ada anjing dan patung (gambar).” (HR Muslim).

“Janganlah kamu menjadikan rumahmu seperti kuburan, sesungguhnya syetan lari dari rumah yang dibaca di dalamnya surat al-Baqoroh.” (HR. Muslim 2/188)

Dari Abu Hurairah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Apabila anak Adam membaca ayat sajdah lalu dia sujud, maka setan itu pergi dan menangis dan berkata; 'celaka diriku, anak Adam diperintah sujud, maka dia sujud, lalu dia mendapat surga sedangkan aku diperintah sujud aku enggan maka aku masuk neraka'.” (HR. Muslim 1/61)

Kamis, 25 Oktober 2012

Menjawab Hakikat Puasa Kesaktian


Dalam mencari ilmu kesaktian selalu ada prosesi ritual yang mesti dijalani yang sudah sangat lazim dilakukan terutama sebagain besar para pencari ilmu kesaktian di Indonesia.Seperti beberapa perguruan ilmu hikmah mensyaratkan agar bisa mendapatkan ilmu kebal dengan cara shaum (berpuasa) selama 7 hari berturut-turut,persyaratan lain selama berpuasa sebelum melaksanakan puasa tersebut tidak diperkenankan makan sahur,selama 7 atau 41 hari tidak boleh makan selain nasi putih saja dan tanpa lauk pauk apalagi makan makanan yang bernyawa,tiga hari terakhir diharuskan berdiam diri dikamar tanpa lampu dan dilarang berbicara dengan siapapun selain membaca rapalan wirid atau ajian.Pertanyaannya apakah cara mendapatkan ilmu tersebut dengan puasa yang dilaksanakan itu dibolehkan sesuai syari’ah?

Sebelum menjawabnya saya akan menjelaskan bentuk-bentuk puasa yang lazim digunakan para pencari ilmu kesaktian untuk memperoleh ilmu yang diinginkannya.Dalam puasa ritual untuk kesaktian,ada bentuk-bentuk puasa dengan persyaratan yang harus dipenuhi lagi tergantung bentuk dan jenis ilmu kesaktian yang ingin diperolehnya.Macam-macam puasa itu adalah : 
1. Puasa Mutih:yaitu puasa tidak makan dan minum.Pada saat berbuka harus makan makanan yang tidak berasa baik manis,asam,asin atau makan makanan yang bernyawa dan hanya minum air putih saja.
2. Puasa Pati Geni:yaitu orang melakukan puasa tidak makan,tidak minum,tidak tidur dan tempat puasanya harus ditempat yang benar-benar gelap baik pada siang hari ataupun malam hari tidak boleh ada lampu sedikitpun.
3. Puasa Ngeluwang:yaitu melakukan puasa tidak makan dan minum dengan masuk kedalam lubang dibawah tanah.
4. Puasa Ngelowong:yaitu puasa tidak makan dan minum juga tidak boleh tidur tetapi boleh berada di luar rumah.
5. Puasa Ngidang: puasa tidak makan dan minum juga tidak boleh tidur dan hanya diperbolehkan berbuka dengan dengan makan makanan dari dedaunan yang masih muda daunnya.
6. Puasa Ngepel: puasa tidak makan dan minum juga tidak boleh tidur dia hanya diperbolehkan memakan nasi sebanyak sekepal selama sehari semalam.
7. Puasa Ngebleng: puasa tidak makan dan minum juga tidak boleh tidur juga tidak boleh melihat matahari atau sinar lampu sedikitpun.
8. Puasa Ngasrep: puasa tidak makan dan minum juga tidak boleh tidur dan waktu berbuka hanya boleh makan makanan yang dingin dan minuman yang dingin,tanpa bumbu atau rempah rempah

Jika dilihat macam-macam puasa yang disyaratkan sungguh sangat berat dilaksanakan,tetapi ada saja orang-orang yang melaksanakannya walaupun harus menyiksa diri karenanya.Mereka beranggapan jika ingin hajatnya dikabulkan Allah maka mereka harus bisa menunjukkan kesungguhan dengan melakukan puasa yang berat. Dari berbagai macam jenis puasa yang telah saya jelaskan diatas marilah kita lihat dan cocokkan dengan hadits Rasulullah mengenai hakikat puasa itu sebenarnya:

a. Kewajiban Berpuasa Terus-Menerus.
Dari Mujibah Al Bahiliyah dari ayahnya atau pamannya bahwa dia datang kepada Rasulullah,lalu pulang dan kembali lagi setelah setahun berlalu.Pada riwayat Abu Musa,dia datang lagi setelah satu tahun sedang keadaan fisiknya telah berbeda,maka dia berkata pada Rasululah,”Ya Rasulullah,apakah engkau tidak mengenaliku?”Beliau bersabda,”Siapakah dirimu?”Dia menjawab,”Aku adalah Al Bahili yang datang tahun lalu.”Beliau bersabda,”Apakah sebebnya dirimu telah berubah?Dahulu penampilanmu begitu bagus?”Dia menjawab,”Sejak berpisah dengan engkau aku tidak pernah makan selain pada waktu malam hari (berpuasa setiap hari).” Maka Rasulullah bersabda,”Mengapa dirimu menyiksa diri,lakukanlah puasa pada bulan ramadhan,dan setiap sehari dalam sebulan.”Dia berkata,”Tambahlah!Aku masih kuat menambah.”Beliau bersabda,”Lakukanlah puasa dua hari setiap bulan.”Dia berkata,”Tambahlah aku masih kuat.”Beliau bersabda,”Lakukanlah puasa tiga hari setiap bulan.” Dia berkata,”Tambahlah aku masih kuat.”Beliau bersabda,”Lakukanlah puasa dari bulan haram dan tinggalkanlah (kebiasaanmu),puasalah dari bulan haram dan tinggalkanlah,puasamu dari bulan haram dan tinggalkanlah.”Beliau bersabda sambil mengacungkan tiga jarinya kemudian melepaskannya.(H.R.Abu Daud)

Dari Jarir dari Rasulullah,beliau bersabda,”Puasa tiga hari pada setiap bulan adalah puasa setahun yaitu hari-hari putih tanggal tigabelas,empat belas dan lima belas (hijriah).” (H.R.Thabrani)

Dari Ummu Salamah ia berkata,”Rasulullah bersabda,:Lakukanlah puasa tiga hati pada setiap bulan yaitu hari senin dan kamis dan kamis berikutnya.”(H.R.Thabrani)

Dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah melarang puasa terus-menerus.Para sahabat berkata,”Wahai Rasulullah,engkau sendiri melakukannya.”Beliau bersabda,”Aku berbeda dengan kalian,aku diberi makan dan minum.”(H.R.Abu Daud)
Dari hadits diatas dapat dijelaskan bahwa :
Berpuasa secara berturut-turut bukan pada ayamul bidh dan bukan juga untuk puasa qodho termasuk puasa yang melanggar sunnah Rasulullah.
Orang yang melakukan puasa setiap hari tidak mendapatkan kebaikan akan tetapi bahkan mendapatkan peringatan keras dari Rasulullah dan dinyatakan sebagai orang yang suka menyiksa diri sendiri.
Walaupun para sahabat ingin berpuasa seperti Rasulullah akan tetapi Rasulullah melarang mereka selain satu hari pada setiap bulan atau dua,tiga hari.
Maksudnya dengan puasa tiga hari setiap bulan adalah pada saat dimana ada bulan purnama yaitu pada tanggal 13,14,15 pada setiap bulan hijriah.
Jika tidak pada tiga hari,maka bisa berpuasa pada hari senin dan kamis,yaitu dua senin dan satu kamis atau dua kamis dan satau senin.Jadi dari penjelasan Rasulullah tidak ada puasa yang dilaksanakan secara berturut-turut apalagi sampai 7 hari bahkan 41 hari berturut-turut,itu semua adalah bid’ah.

b. Melarang Sahur untuk Puasa
Dari Anas berkata,:”Rasulullah saw,bersabda,’Bersahurlah kamu sekalian karena pada hidangan sahur terdapat barokah.”(H.R.Muslim)

Dalam hal berpuasa ada yang mensyaratkan dalam berpuasa harus makan hanya sekali yaitu pada saat berbuka saja dan dilarang makan sahur,padahal prilaku bid’ah ini sangat bertentangan dengan hadists Rasulullah yang menunjukkan tidak ada larangan melarang sahur untuk puasa.

c. Larangan Memakan Binatang Bernyawa atau Hanya Makan Nasi Putih.
Allah SWT telah berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُواْ مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ وَاشْكُرُوا لِلَّهِ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ
“Hai orang-orang yang beriman,makanlah dari yang baik-baik apa yang Kami rezekikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah jika kamu beribadah kepadanya.”(Q.S.Al Baqarah:172)

Larangan tidak boleh makan binatang bernyawa dan hanya memakan sedikit nasi putih atau hanya makan makanan tertentu termasuk pelanggaran dalam syari’at,karena mengharamkan apa yang telah Allah halalkan tanpa penyebab yang benar.

sumber: terapi_ruqyah@yahoogroups.com